ingga tahun 2015, Program ADEM telah memberangkatkan 1047 pelajar ke berbagai daerah di luar Papua
Hak atas pendidikan telah mendapatkan jaminan dari Konstitusi. Daerah
yang mengalami ketertinggalan dalam bidang pendidikan pun berhak untuk
mendapatkan kebijakan afirmatif, agar tercipta pemerataan pendidikan.
Hal ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional, yang menyebutkan bahwa warga negara di daerah
terpencil, terbelakang serta masyarakat adat berhak memperoleh
pendidikan layanan khusus.
Oleh karena itu, setiap program dan inisiatif pendidikan yang sejalan
dengan konstitusi, perlu diteruskan dan bahkan diintensifkan. Salah
satunya adalah Program Afirmasi Pendidikan Menengah atau disingkat ADEM,
yang ditujukan kepada putra putri Papua dan Papua Barat lulusan Sekolah
Menengah Pertama.
Program ini awalnya merupakan kerjasama Unit Percepatan Pembangunan
Papua dan Papua Barat (UP4B) dengan Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan, yang kemudian diteruskan di masa pemerintahan Jokowi-JK
karena sejalan dengan komitmen untuk ”membangun dari pinggiran”.
Setiap tahun ratusan putra-putri Papua mendapat beasiswa melalui
Program Adem untuk belajar di tingkatan Sekolah Menengah Atas di Jawa
Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Jogjakarta, Jawa Timur dan Bali.
Program ini bertujuan memberikan pelayanan pendidikan menengah atas bagi
anak-anak Papua dalam proses akulturasi Budaya untuk meningkatkan
semangat kebangsaan.
Program beasiswa ADEM 2015, melibatkan peran pemerintahan daerah yang
membiayai proses seleksi di masing-masing kabupaten/kota menuju tempat
pembekalan di Jayapura, Merauke, Biak, Manokwari atau Sorong. Melalui
APBN Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan kemudian membiayai
transportasi menuju sekolah yang baru dan biaya hidup selama masa studi
sebesar Rp 21.300.000 per tahun selama 3 tahun.
Dalam Program ADEM 2015, Provinsi Papua Barat mengirimkan sebanyak
150 siswa dan siswi, yang terdiri dari kluster Sorong dan Manokwari.
Dari sisi penerima, Provinsi Banten menerima siswa dan siswi dari
kluster Manokwari dan Provinsi Bali menerima siswa dan siswi dari
kluster Sorong.
Dalam kurun waktu 2013 hingga 2015, Program ADEM telah
memberangkatkan 1047 pelajar ke berbagai daerah. Terdapat 127 pelajar
yang berasal dari Jayapura, 166 dari Manokwari, 156 dari Sorong, 258
siswa dari Merauke dan 253 dari Biak.
Tak hanya itu, ada juga program lanjutan beasiswa untuk lulusan
Sekolah Menengah Tingkat Atas dapat mengikuti program Afirmasi
Pendidikan Tinggi (ADIK). Program ini meningkat dari tahun ke tahun.
Kuota beasiswa ADIK di tahun 2014 baru sebesar 269 orang, namun pada
tahun 2015 sudah naik menjadi 434 orang.
Beasiswa ADIK diberikan sebesar Rp16.800.000 untuk setiap mahasiswa
per tahun, yang dibayarkan setahun 2 kali setiap awal semester.
Perinciannya Rp2.400.000 untuk bantuan biaya penyelengaraan pendidikan
yang diberikan langsung ke perguruan tinggi dan Rp6.000.000 untuk
bantuan biaya hidup yang diberikan langsung ke mahasiswa penerima
beasiswa.
ADIK diberikan sejak tahun 2012, dan hingga tahun 2015 sudah
diberikan kepada 1.487 mahasiswa, yang terdiri dari 1.218 putra-putri
asli Papua yang menempuh pendidikan di 39 PTN di luar Papua.
Ada juga program beasiswa afirmasi tingkat magister (S2) dan doktoral
(S3) dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementrian Keuangan
pada tahun 2013-2014. Untuk program ini, alokasi untuk Papua dan Papua
Barat adalah yang terbesar, yaitu sebanyak 163 orang dibandingkan
daerah-daerah lainnya.
Profil Penerima Beasiswa ADIK
Tidak ada komentar:
Posting Komentar