ADEM MALANG KEPANJEN BATU (MAKEBA)

ADEM MALANG KEPANJEN BATU (MAKEBA)

Jumat, 23 September 2016

Beasiswa Untuk Papua

ingga tahun 2015, Program ADEM telah memberangkatkan 1047 pelajar ke berbagai daerah di luar Papua
Hak atas pendidikan telah mendapatkan jaminan dari Konstitusi. Daerah yang mengalami ketertinggalan dalam bidang pendidikan pun berhak untuk mendapatkan kebijakan afirmatif, agar tercipta pemerataan pendidikan. Hal ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang menyebutkan bahwa warga negara di daerah terpencil, terbelakang serta masyarakat adat berhak memperoleh pendidikan layanan khusus.
Oleh karena itu, setiap program dan inisiatif pendidikan yang sejalan dengan konstitusi, perlu diteruskan dan bahkan diintensifkan. Salah satunya adalah Program Afirmasi Pendidikan Menengah atau disingkat ADEM, yang ditujukan kepada putra putri Papua dan Papua Barat lulusan Sekolah Menengah Pertama.
Program ini awalnya merupakan kerjasama Unit Percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat (UP4B) dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, yang kemudian diteruskan di masa pemerintahan Jokowi-JK karena sejalan dengan komitmen untuk ”membangun dari pinggiran”.
Setiap tahun ratusan putra-putri Papua mendapat beasiswa melalui Program Adem untuk belajar di tingkatan Sekolah Menengah Atas di Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Jogjakarta, Jawa Timur dan Bali. Program ini bertujuan memberikan pelayanan pendidikan menengah atas bagi anak-anak Papua dalam proses akulturasi Budaya untuk meningkatkan semangat kebangsaan.
Program beasiswa ADEM 2015, melibatkan peran pemerintahan daerah yang membiayai proses seleksi di masing-masing kabupaten/kota menuju tempat pembekalan di Jayapura, Merauke, Biak, Manokwari atau Sorong. Melalui APBN Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan kemudian membiayai transportasi menuju sekolah yang baru dan biaya hidup selama masa studi sebesar Rp 21.300.000 per tahun selama 3 tahun.
Dalam Program ADEM 2015, Provinsi Papua Barat mengirimkan sebanyak 150 siswa dan siswi, yang terdiri dari kluster Sorong dan Manokwari. Dari sisi penerima, Provinsi Banten menerima siswa dan siswi dari kluster Manokwari dan Provinsi Bali menerima siswa dan siswi dari kluster Sorong.
Dalam kurun waktu 2013 hingga 2015, Program ADEM telah memberangkatkan 1047 pelajar ke berbagai daerah. Terdapat 127 pelajar yang berasal dari Jayapura, 166 dari Manokwari, 156 dari Sorong, 258 siswa dari Merauke dan 253 dari Biak.
Tak hanya itu, ada juga program lanjutan beasiswa untuk lulusan Sekolah Menengah Tingkat Atas dapat mengikuti program Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADIK). Program ini meningkat dari tahun ke tahun. Kuota beasiswa ADIK di tahun 2014 baru sebesar 269 orang, namun pada tahun 2015 sudah naik menjadi 434 orang.
Beasiswa ADIK diberikan sebesar Rp16.800.000 untuk setiap mahasiswa per tahun, yang dibayarkan setahun 2 kali setiap awal semester. Perinciannya Rp2.400.000 untuk bantuan biaya penyelengaraan pendidikan yang diberikan langsung ke perguruan tinggi dan Rp6.000.000 untuk bantuan biaya hidup yang diberikan langsung ke mahasiswa penerima beasiswa.
ADIK diberikan sejak tahun 2012, dan hingga tahun 2015 sudah diberikan kepada 1.487 mahasiswa, yang terdiri dari 1.218 putra-putri asli Papua yang menempuh pendidikan di 39 PTN di luar Papua.
Ada juga program beasiswa afirmasi tingkat magister (S2) dan doktoral (S3) dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementrian Keuangan pada tahun 2013-2014. Untuk program ini, alokasi untuk Papua dan Papua Barat adalah yang terbesar, yaitu sebanyak 163 orang dibandingkan daerah-daerah lainnya.
Profil Penerima Beasiswa ADIK

Tidak ada komentar:

Posting Komentar